Massa Brutal Di Aloon Aloon Jombang, Begini Ceritanya - suarajombang.net

Terbaru

Kamis, 28 Maret 2019

Massa Brutal Di Aloon Aloon Jombang, Begini Ceritanya

JOMBANG - Alun-alun Kabupaten Jombang mendadak riuh. Sejumlah massa didominasi laki-laki, terlibat adu dorong dengan aparat kepolisian, Selasa (26/3) pagi. Semula, massa berhadapan dengan tim negosiator yang terdiri dari sejumlah anggota polisi wanita (polwan).

Namun karena situasi semakin tidak kondusif, situasi diambil alih oleh sejumlah anggota polki (polisi laki) lengkap dengan kendaraan water cannon untuk mengurai massa yang mulai tak terkendali dan cenderung berbuat anarki.

 
( songsong Pemilu 2019, Simulasi Pengamanan atas tindakan yang tak diinginkan )
Ini merupakan rangkaian simulasi dalam mengamankan tahapan-tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang. Otoritas keamanan dan pemangku kepentingan setempat mengungkapkan perlunya perhatian khusus ketika tahapan masuk dalam tahap kampanye terbuka.

Ini seperti dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Mas’ud, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai acara simulasi Pelatihan sispamkota, Selasa (26/3).

“Tentu semua pihak telah melakukan mapping (pemetaan, red) termasuk juga nanti tahapan kampanye terbuka. Ini juga menjadi perhatian kita semua. Sementara penjadwalan yang dari KPU sudah kita lakukan, kerjasama dengan jajaran keamanan, sehingga mana-mana yang menjadi perhatian khusus,” kata Mas’ud kepada sejumlah wartawan.

Seperti diketahui, masa kampanye politik dan iklan kampanye pemilu ditetapkan oleh penyelenggara pemilu dan dimulai Minggu (24/3) hingga 13 April 2019 nanti. Oleh karena itu Mas’ud berharap, setiap pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang dapat berjalan dengan lancar.

“Sehingga simulasi hari ini adalah kegiatan antisipasi, barangkali terjadi hal-hal yang semacam itu. Tentunya harapan kami, ini hanya simulasi, dan itu tidak akan terjadi,” ujar Mas’ud.

Mas’ud juga menekankan terhadap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang agar tidak mengikuti rapat-rapat terbuka dalam masa kampanye terbuka.

“Aturan tentang netralitas ASN sudah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun Tahun 2014. Untuk itu harapannya kita semua (ASN, red) tidak ada yang terlibat secara aktif dalam kampanye, terutama kampanye terbuka,” pungkasnya. (*)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar