Kisah Bu Kiki, Guru Jombang Berprestasi, Dapat Bonus Berangkat Ke Belanda - suarajombang.net

Terbaru

Jumat, 22 Februari 2019

Kisah Bu Kiki, Guru Jombang Berprestasi, Dapat Bonus Berangkat Ke Belanda

SuaraJombang.net - “Usaha Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil, mungkin ungkapan ini cocok disematkan kepada seorang Ibu Guru yang bernama Kiki Ratnaning Arimbi S.Pd. Seorang guru kelas IV SDN Banyuarang 1 Kecamatan Ngoro yang saat ini tengah bersiap berangkat ke Belanda minggu depan.  
( Sebelum bertolak ke Belanda, Bu Kiki Berpamitan Ke Bupati Jombang Ke Belanda )
Ini Setelah dirinya berhasil meraih juara ke - 2 lomba karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) guru SD tingkat nasional kategori Soram (Seni Budaya, Olahraga, Agama dan Mulok) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) tahun 2017 ini.

"Nanti Rabu (27/2) berangkat ke Kementerian langsung dan Kamis (28/2) rencananya diberangkatkan sendiri oleh pak Presiden Jokowi (Joko Widodo). Makanya sekarang saya pamit ke Ibu Bupati," kata guru yang akrab disapa Bu Kiki ini saat berpamitan ke Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab di Pendopo Kabupaten Jombang, Jumat 22(2/19).

Guru beralamatkan di Dusun Genjong Kidul Desa Sidowarek Kecamatan Ngoro ini mengakui jika mengikuti lomba Inobel bukanlah perkara mudah dan harus bersaing ketat. Pada tahun 2016 lalu dirinya hanya masuk 10 besar.

"Jurinya memang luar biasa. Jadi Profesor, Doktor dari perguruan tinggi ternama seperti UI (Universitas Indonesia), Universitas Gajah Mada (UGM) dan beberapa perguruan tinggi lainnya,"papar kiki

Meski demikian, Kiki Tak menyerah. Ia kembali mengirimkan karya dalam bentuk PDF ketika lomba serupa kembali dibuka kembali oleh Kemendikbud.

Saat itu, lanjut Kiki pesertanya 1000 lebih perbidang. Ia sendiri masuk pada bidang seni budaya, olahraga dan agama (SORAM). Kemudian tersaring menjadi 120 orang. Kemudian mengikuti workshop hingga menyusut jadi 34 orang, hingga kembali terjaring menjadi 3 orang, terbagi dari juara 1, 2 dan 3.

"Yang dapat hadiah ke Belanda khusus yang juara tingkat kementerian, istilahnya guru berprestasi nasional. Juara 1 dari Surabaya, sudah diberangkat ke Belanda tahun 2018 lalu. Sedangkan juara 2 saya dari Jombang dan juara 3 dari Yogyakarta, dapat giliran berangkat tahun ini ke Belanda," ungkapnya.

Pembelajaran buatannya, menurut guru berstatus PNS golongan III A , diakui oleh para juri mudah dipahami oleh murid sehingga dapat meraih juara ke 2.

"Media yang saya buat batik jumput, itu yang biasanya pakai kelereng habis itu dibundar-bundar, ditali pakai pewarna. Nah, saya membuat inovasi lain, dimana kelerengnya saya bikin bangun ruang seperti tabung, prisma, kerucut dan lain-lain. Sehingga pola batik menyerupai bangun ruang. Sehingga anak-anak selain belajar seni budaya juga belajar matematika. Kan pembelajaran di SD tematik, karena sekarang K13," urai Kiki.

Lantas, apa kegiatan syang dilakukan selama di Belanda nanti ? ibu dua anak ini mengaku akan ada sejumlah agenda kegiatan di negeri kincir angin tersebut yang akan dijalani.

"2 Minggu kuliah di Leiden University Belanda tentang STEMS dan Hots. Satu minggu lagi akan mengajar di dua SD di Belanda. Jadi salah satu materi pelajarannya adalah membuat batik jumputan," tutup guru lulusan S1 PGSD Universitas Negeri Malang ini.

Sementara, Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab, mengapresiasi prestasi yang diraih guru kelas IV SDN Banyuarang 1 ini. "Saya bangga dengan apa yang diraih bu Kiki yang telah membawa nama baik Jombang. Semoga nanti ketika di Belanda, selalu diberi kesehatan. Dan nantinya sekembali dari sana, membawa ilmu yang bermanfaat bagi negara pada umumnya dan untuk Jombang khususnya,”tuturnya.

Bupati berharap keberhasilan yang telah dicapai Ibu Guru Kiki ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi guru yang lain.“Saya berharap ada guru-guru lain yang terpacu meningkatkan inovasi sehingga dapat meraih prestasi yang sama,"Pungkas Bupati.

Begini Awal Keberhasilan Bu Guru Kiki 

( Bu Kiki saat menerima penghargaan usai lomba beberapa waktu lalu )
Keberhasilan Kiki Ratnaning Arimbi, S.Pd diawali ketika ia menjalani salah satu tahap penilaian dalam ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel) 2017 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Peraih Juara 2 Nasional kategori Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Kesehatan, Pendidikan Agama, dan Muatan Lokal (SORAM) ini berhasil menyita seluruh perhatian juri bahkan mampu membuat salah satu juri rela turut duduk melantai untuk mencoba inovasi karyanya.

Inovasi yang ditawarkan perempuan yang juga termasuk dalam 120 penulis buku anak pemenang Sayembara Penulisan Buku Anak yang hasil bukunya akan dipergunakan sebagai buku bacaan di seluruh Indonesia ini adalah jumput kreator untuk pembuatan batik jumputan.

“Jika selama ini batik jumputan dibuat dengan batu atau kerikil, saya mengkreasikannya dengan kayu dan papan yang dibentuk berbagai macam bangun ruang,”tuturnya.

Kiki sapaan akrabnya dapat semakin membuat suasana presentasi lebih cair, ketika juri menertawakan namun juga heran sekaligus kagum terhadap usahanya menggunakan pewarna makanan yang ia dapatkan dari dapur hotel lantaran ia lupa membawa pewarna kain untuk proses pembuatan batik.

“Saya berusaha menjadi diri sendiri selama proses display dan presentasi karya. Karena di Inobel kali ini saya lebih siap jika dibanding Inobel tahun lalu. Saya juga lebih ‘religius’. Saya meminta dukungan doa dari semua orang yang saya kenal, dan yang paling utama meminta doa pada Ibu. Itu yang membuat saya yakin,” ungkap Kiki.

Saat ini, Kiki berencana untuk mematenkan karya Jumput Kreatornya dengan mendaftarkannya ke Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Selain itu, ia berharap buku karangannya tentang hasil karya peserta didiknya dalam membuat batik jumputan dapat diterbitkan melalui penerbit mayor. (*)

Editor : Jodhie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar