Usai Dilantik, Bupati Jombang Bacakan Visi Misi di Sidang Paripurna Istimewa - suarajombang.net

Terbaru

Selasa, 02 Oktober 2018

Usai Dilantik, Bupati Jombang Bacakan Visi Misi di Sidang Paripurna Istimewa

SUARAJOMBANG.NET - DPRD Kabupaten Jombang menggelar sidang paripurna istimewa, Selasa (2/10). Agenda sidang kali ini penyampaian sambutan Bupati Jombang pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023. 
(Paripurna Istimewa Penyampaian Visi Misi Bupati di hadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo )
Di awal pidatonya, Bupati Mundjidah Wahab mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran KPU dan Bawaslu Kabupaten Jombang. Ucapan tersebut juga ditujukan kepada pimpinan partai politik, TNI dan Polri, serta seluruh masyarakat Jombang. “Atas kerjasama yang baik sehingga Pemilukada terselenggara dengan lancar, tertib, aman, dan damai,” katanya.

Penyampaikan pidato Bupati Jombang kali ini dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo. Tidak ketinggalan, seluruh anggota DPRD Jombang dan OPD juga hadir.

Selanjutnya, Bupati Munjidah yang didampingi Wakil Bupati Sumrambah menyampaikan visi dan misi. Visi misi inilah akan digunakan sebagai dasar pijakan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Jombang.

“Dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten Jombang, kami berpedoman pada menjaga dan meneruskan program pembangunan yang sudah baik. Dan akan melakukan pembaharuan untuk hal-hal yang lebih baik,” tandas Mundjidah.

Dia memaparkan, saat ini, terdapat 3 tantangan yang dihadapi Kabupaten Jombang. Pertama, indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Jombang tahun 2017 sebesar 72,2 %. Dia menjelaskan, angka ini lebih tinggi dibandingkan IPM Jawa Timur, sebesar 69,98%. Perkembangan IPM Kabupaten Jombang selama 4 tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 3,13 atau mengalami rata-rata pertumbuhan sebesar 1,5% per tahun.

“Namun demikian, untuk kemampuan daya beli masyarakat di Kabupaten Jombang masih perlu ditingkatkan agar tidak menahan laju pertumbuhan IPM kabupaten jombang,” ujarnya.

Kedua, kata Munjidah melanjutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2017 sebesar 5,14%. Sementara, paparnya, TPT Jawa Timur sebesar 4,00. Selama 5 tahun terakhir TPT Kabupaten Jombang mengalami fluktuasi dengan deviasi sekitar 1% setiap tahun.

“Ketiga, tingkat kemiskinan Kabupaten Jombang pada tahun 2017 sebesar 10,48%. Angka ini sedikit lebih baik dibanding tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Timur, sebesar 10,98%. Namun demikian, angka ini masih di atas kemiskinan nasional yang sebesar 9,82%. Selama 5 tahun terakhir tingkat kemiskinan Kabupaten Jombang menurun hanya sebesar 0,69%,” urainya.

Untuk menghadapi tiga tantangan tersebut, tandas dia, Kabupaten Jombang memiliki enam potensi yang harus dikembangkan secara maksimal, sehingga percepatan pembangunan dapat segera diwujudkan.

Pertama, Kabupaten Jombang memiliki posisi strategis sebagai akses utama dalam jalur perdagangan baik regional maupun nasional; Surabaya, Solo, Jakarta. Kedua, Kabupaten Jombang memiliki potensi produk unggulan dalam komoditas tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.
Ketiga, nilai investasi Kabupaten Jombang dalam 4 tahun terakhir mencapai kisaran 700 sampai dengan 900 miliar.

“Pada tahun 2016, terjadi peningkatan nilai investasi sampai dengan di atas Rp 1,1 triliun. Karena adanya investasi 2 penanaman modal asing (PMA) yaitu PT. Uniformosa Foodwear Indonesia dan PT. Jack Lucky Foodwear serta penambahan investasi oleh PTPN X Cukir,” jelas Mundjidah.

Potensi yang keempat, lanjut dia, jumlah usaha mikro di Kabupaten Jombang tahun 2016 sebanyak 25.439 usaha, atau sebesar 90% dari pelaku UMKM. Sebagian besar usaha mikro tersebut telah mampu mengakses permodalan dari perbankan.

“Kelima, nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Kabupaten Jombang tahun 2017 sebesar 35 triliun 352 miliar 265 juta 7 ribu rupiah. Dengan kontribusi sektor dominan adalah sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan. Potensi yang terakhir adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang tahun 2017 sebesar 5,41% lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07% dan sedikit di bawah propinsi yang sebesar 5,72%,” kata Bupati Mundjidah.

Untuk memaksimalkan pengembangan potensi yang kita miliki, tandas dia, maka visi pembangunan 5 tahun mendatang adalah “bersama mewujudkan jombang yang berkarakter dan berdaya saing”.

“Berkarakter artinya pembangunan bertumpu pada nilai agama dan nilai budaya luhur. Proses pembangunan mengedepankan kejujuran, kesungguhan, kearifan, kegotongroyongan, etos kerja dan keterbukaan. Sehingga akan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Jombang,” jelasnya.

Berdaya saing, lanjut dia, artinya pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM. Sehingga mampu mengembangkan potensi alam, sosial budaya, infrastruktur, dan networking yang ada. “Jika seluruh potensi dapat digunakan secara efektif untuk peningkatan produktivitas, maka Kabupaten Jombang mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lain, baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional,” katanya.

Untuk mencapai visi di atas, pihaknya menetapkan 3 misi yang akan menjadi arah dan koridor pembangunan di Kabupaten Jombang. Tiga misi tersebut antara lain mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, mewujudkan masyarakat yang berkualitas, religius dan berbudaya, serta meningkatkan daya saing perekonomian daerah berbasis kerakyatan, potensi unggulan lokal dan industri.

“Untuk keselarasan serta sinkronisasi antara pembangunan di Kabupaten Jombang dengan program pembangunan di Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, arahan dari gubernur tentu sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (*)




Editor : Jodhie