Selamat, Wayang Topeng Jatiduwur Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 - suarajombang.net

Terbaru

Rabu, 10 Oktober 2018

Selamat, Wayang Topeng Jatiduwur Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018


SUARAJOMBANG.NET - Salah satu Kesenian tradisional yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang yakni”Wayang Topeng Jatiduwur” akhirnya di tetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI. 
(Asisten Administrasi Umum, DR.Ir. I Made Sukartha, Ces mewakili Gubernur Jawa Timur menerima sertifikat tersebut yang kemudian diteruskan kepada Bupati Jombang )
Sertifikat Penetapan kesenian Wayang Topeng Jatiduwur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 ini diterima oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, didampingi Drs. Bambang Nurwijanto, MSi kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Jombang pada Rabu, (10/10/2018) malam, pada acara Perayaan dan Penyerahan Sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, Jl. Kesenian No. 1 Jakarta Pusat.

”Dengan ditetapkannya karya budaya Wayang Topeng Jatiduwur Jombang sebagai warisan budaya takbenda yang merupakan seni pertunjukan, ini harus terus dilestarikan, dilakukan pembinaan. Tampilkan seni pertunjukan ini pada masyarakat luas, demikian juga tampilkan dianjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah”, tutur Hj. Mundjidah Wahab usai acara di Gedung Kesenian Jakarta.


Sekilas Tentang Wayang Topeng Jatiduwur 


 
Wayang Topeng Jatiduwur merupakan salah satu dari kekayaan budaya yang dimiliki Jombang yang para pengurinya masih ajeg latihan dengan segala keterbatasannya. Kesenian tradisional yang berpusat di Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang ini terus diuri uri dan dirawat oleh orang-orang tua yang usianya di atas 50 tahunan di kampung Jatiduwur.

Wayang Topeng Jatiduwur hadir di Ds. Jatiduwur pada akhir abad ke-19. Pada waktu-waktu tertentu, utamanya 1 Syuro, seluruh topeng diruwat dan digelar upacara sesuai dengan tradisi yang sebelumnya pernah dilakukan. Kesenian wayang topeng Jatiduwur biasanya ditanggap oleh orang-orang yang punya nadzar (mewajibkan pada diri sendiri suatu perkara yang sebenarnya tidak wajib dilakoni).

Dalam pertunjukkannya melibatkan beberapa pemain/ wayang orang yang bertopeng (sesuai kebutuhan lakon) dan seorang dalang serta para pengrawit. Lakon yang diangkat senantiasa merujuk pada cerita Panji.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, bahwa nama Jatiduwur berasal dari kata Jati yang berarti pohon Jati dan Dhuwur yang berarti tinggi.

Dan Jatiduwur berarti pohon jati yang sangat tingi. Beragam kesenian hidup di Desa Jatiduwur. Salah satunya wayang topeng yang merupakan seni pertunjukan khas Desa Jati duwur. Sekarang ini penerusnya sudah generasi ke enam yang masih mempertahankan eksistensi Wayang Topeng Jatiduwur. (*)



Sumber : Jombangkab.go.id
Editor    : Jodhie