Sejumlah Warga Jombang Ingin Car Free Day Bebas Dari Nuansa Politik - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 06 Mei 2018

Sejumlah Warga Jombang Ingin Car Free Day Bebas Dari Nuansa Politik

( Sejumlah Komunitas Warga Pecinta Car Free Day Menolak Tegas CFD di jadikan ajang politik )
SUARAJOMBANG.NET - Sejumlah warga Kabupaten Jombang menolak tegas apabila ajang Car Free Day (CFD) digunakan sebagai ajang politik atau yang bernuansa politik. Hal ini tampak saat, Minggu (6/5/18) pagi komunitas warga yang menamakan diri sebagai warga pecinta car free day ini tampak berjalan menyusuri area CFD di Jalan KH.Wahid Hasyim dengan membentangkan sejumlah spanduk.

Spanduk tersebut bertuliskan “Car Free Day No Politik”, “Car Free day kanggo Seduluran”, “Car Free Day Minggu Ceria, Bersih dari Politik”, dan banyak lagi spanduk ajakan untuk menjaga car free day dari fungsi sesungguhnya.

“Ya mirislah kalau car free day ini digunakan diluar fungsinya. Kita kan kesini untuk berolah raga, refresing. Apalagi kita kalau ke CFD selalu bawa anak anak. Kalau digunakan ajang politik kita jadinya malas kalau ke CFD,”ungkap Antok Warga Sengon yang tampak ikut dalam aksi ini. 
( CFD adalah ajang rekreasi dan olah raga bukan ajang politik )
Merespon ini, Pemerintah Kabupaten Jombang langsung bersikap. Minggu (6/5/18) Pjs Bupati Jombang langsung melakukan sidak di CFD. Tak sendiri, Dia didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Ketua dan Sekretaris Bawaslu Jombang.

Dalam kesempatan tersebut, Pjs Bupati Jombang Setiajit meninjau pelaksanaan CFD untuk memastikan apakah digunakan sebagai ajang politik seperti kampanye atau hal bernuansa politik lainnya.

Setiajit mengatakan Car Free Day merupakan ajang rekreasi dan olahraga bagi seluruh masyarakat, oleh sebab itu suasana di CFD tersebut harus benar-benar suasana yang menyenangkan, kondusif sehingga masyarakat yang datang bisa senang bisa merasa nyaman.

“Jangan sampai masyarakat jadi takut untuk datang ke car free day. Oleh sebab itu kalau masyarakat mengetahui ada kegiatan politik di ajang CFD agar segera melaporkan kepada Bawaslu Jombang agar segera ditindak lanjuti,”pesannya. (*)