Tegas, Polres Jombang Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Lapas - suarajombang.net

Terbaru

Jumat, 23 Februari 2018

Tegas, Polres Jombang Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Lapas

SUARAJOMBANG.NET - Ini adalah peringatan kepada para bandar atau pengedar Narkoba agar tak meneruskan profesinya menjual barang barang haram di wilayah hukum Polres Jombang.

Apabila tak ingin bernasib seperti MSS (39), bandar narkoba asal Desa Alang – Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Dia meregang nyawa setelah kena timah panas oleh anggota Satreskoba Polres Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto SIK. MH mengatakan, penembakan terhadap MSS dilakukan oleh anggotanya, karena saat dilakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan.

”Saat kita tangkap di Jalan WR Supratman Kecamatan Bareng, yang bersangkutan melakukan perlawanan dan akhirnya terpaksa kita lumpuhkan. Namun saat dilarikan ke RSUD, korban sudah tidak bernyawa, “ ujar AKBP Agung Marlianto, dalam press release di depan Kamar Jenazah RSUD Kabupaten Jombang, Jumat (23/2/2018).

Menurut Agung, pelaku berhasil diamankan Polisi, usai melakukan pengembangan kasus kepada NM yang merupakan kurir pelaku.

Dari tangan pelaku petugas menyita sekitar 32,44 gram sabu–sabu siap edar 23 butir Pil Extacy dan sebuah parang yang disiapkan korban untuk melakukan perlawanan. Sedangkan dari tangan sang kurir NM berhasil diamankan sabu – sabu seberat 37,64 gram.

“Sebelumnya kita berhasil mengamankan NM dan kita melakukan tindakan tegas kepolisian karena pelaku berusaha melarikan diri. Tidak berhenti disitu, kita lakukan pengembangan dan petugas Satreskoba Polres Jombang dibantu tim Polsek Bareng, MSS berhasil kita amankan,” jelas Agung.

Agung menambahkan, kedua pelaku tersebut adalah bandar narkoba jaringan Lapas, itu terbukti dari pengakuan NM bahwa MSS membeli barang tersebut seberat 1 ons di Lapas Pamekasan ,kemudian di distribusikan olehnya.

“Dia (tersangka) beli dari Lapas pamekasan dan sekali lagi kita himbau untuk pihak yang punya otoritas pengawas Lapas untuk mengawasi, paling tidak penertiban handphone, karena trasnsaksinya menggunakan handphone,” pungkas Kapolres. [Jodi]