Maju Terus, Partai Koalisi Solid Dukung Pasangan Nyono – Subaidi Dalam Pilkada Jombang - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 04 Februari 2018

Maju Terus, Partai Koalisi Solid Dukung Pasangan Nyono – Subaidi Dalam Pilkada Jombang


SUARAJOMBANG.NET - Partai koalisi pendukung pasangan Nyono – Subaidi dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten jombang 2018, menegaskan tidak akan merubah dukungan, usai ditetapkanya Bupati Jombang Nyono suharli sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi dalam dugaan suap jual beli jabatan. Hal ini disampaikam dalam konferensi pers partai koalisi di Graha Gusdur jalan Laksda Adi Sucipto, Denanyar, Jombang.

Hadir dalam konferensi pers tersebut yakni Pimpinan atau perwakilan Partai Koalisi yakni Golkar, PAN, PKB, NasDem, dan PKS.

Ketua DPC PKB Kabupaten Jombang, Mas’ud Zuremi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah adanya musyawarah dengan partai koalisi dalam menyikapi status tersangka terhadap Nyono Suharli.

“Kami mengedepankan asas praduga tak bersalah, dan kami menganggap tidak ada masalah dalam pencalonan bupati dan wakil bupati Nyono – subaidi dalam pilkada kabupaten jombang,” ujarnya dalam konferensi pers, minggu (4/2/2018)

Selain musyawarah yang dilakukan oleh partai koalisi, Mas’ud sebagai dasar tidak berubahnya dukungan partai koalisi terhadap pasangan Nyono – Subaidi yakni Peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) nomor 3 tahun 2017 yang tertuang dalam pasal 78 – 79 menyebutkan, bahwa partai dapat menganti pasangan calon hanya karena dua hal.

“Dalam peraturan itu disebutkan, pasangan dapat diganti jika berhalangan tetap seperti meninggal dunia, atau sakit yang permanen dan diprediksi tidak dapat menjalankan tugasnya, serta kedua yakni adanya putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht),” imbuhnya.

Partai koalisi menganggap keputusan penetapan tersangka yang dikeluarkan oleh KPK belum memiliki kekuatan hukum tetap dan masih mengendepankan asas praduga tak bersalah kepada Nyono Suharli.

“Kami pikir KPU pun tidak dapat melakukan pergantian karena tidak ada dasar hukumnya,” Pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ditetapkan sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima sejumlah uang. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan uang itu ia terima secara bertahap sejak Juni 2017 dari pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyowati.

Suap diduga kuat agar Inna ditetapkan sebagai kepala dinas definitif. “Menetapkan dua tersangka, IS (Inne Silestyowati) sebagai pemberi suap dan NSW (Nyono Suharli Wihandoko) sebagai penerima suap,” ungkap Laode dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Februari 2018. [*]




Editor : Anshori