Kenduren Wonosalam 2018, Ribuan Warga Berebut Tumpeng Durian Raksasa - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 11 Februari 2018

Kenduren Wonosalam 2018, Ribuan Warga Berebut Tumpeng Durian Raksasa

SUARAJOMBANG.NET - Setelah sempat ditiadakan di tahun 2017, pesta durian atau yang lebih dikenal dengan 'Kenduren' ( Kenduri Durian) Wonosalam kembali digelar, Minggu (11/2/18) di Lapangan Kecamatan Wonosalam. Tahun ini acara yang telah menjadi ikon wisata Kabupaten Jombang ini memasuki tahun yang ke 6.

Sejak pagi ribuan warga sudah berdatangan menuju lokasi, bahkan banyak juga yang malamnya menginap dirumah warga setempat. Mereka tak hanya datang dari Jombang namun banyak juga dari luar Jombang, semisal dari Mojokerto, Kediri, Surabaya bahkan dari Jakarta.

Seperti tahun tahun sebelumnya, selain adanya tumpeng durian raksasa setinggi 7 Meter, ada sembilan tumpeng kecil yang dibuat oleh sembilan desa se Kecamatan Wonosalam untuk meramaikan acara ini.

Sembilan tumpeng tersebut diarak mulai depan kantor kecamatan hingga Lapangan Kecamatan yang menjadi pusat kegiatan.

Tak hanya durian, tumpeng ini berisi hasil bumi lain seperti sayur dan buahan buahan yang pada akhirnya dibagi dan menjadi rebutan masyarakat yang hadir memenuhi lapangan. 

( Salah satu tumpeng kecil yang diarak masuk ke lapangan untuk dijadikan rebutan warga )
WE.Tjitrawatie, Plt.Kepala Dinas Budaya Dan Periwisata Jombang mengatakan sejumlah acara digelar sebelum puncak acara kenduren. Semisal Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk bersama Ki Dalang Dwijo Kangko , ludruk bersama kartolo, jalan sehat, kontes ternak, gowes durian dll.

"Kenduren wonosalam telah menjadi daya tarik wisata di Jombang sehingga Pemkab Jombang terus berupaya untuk mengembangkan," ungkapnya.

Sementara, Hj.Mundjidah Wahab Wakil Bupati Jombang saat membuka event ini mangaku bangga karena tahun ini pesta durian kembali bisa digelar.

"Ini adalah bentuk sodhaqoh warga Wonosalam, semoga dengan kegiatan ini warga Wonosalam semakin makmur, dijauhkan dari bencana dan musibah," ujar Hj.Mundjidah Wahab.

Berdasarkan pantauan tim suarajombang.net dilapangan, durian dan hasil bumi yang berada di gunungan besar ludes dalam tempo tak kurang dari 30 menit. Untuk menghindari warga terluka akibat tajamnya duri pada kulit durian, khusus untuk durian panitia membaginya satu persatu. Sedangkan buah yang lainnya dilemparkan ke berbagai penjuru.

Pada saat bersamaan suara panitia terdengar terus menerus melalui pengeras suara untuk memberikan himbauan kepada warga agar tak terlibat saling dorong saat berebut durian. [*]

Editor : Jodhie