Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba Di Ponpes Gadingmangu Diikuti Ribuan Santri - suarajombang.net

Terbaru

Sabtu, 20 Januari 2018

Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba Di Ponpes Gadingmangu Diikuti Ribuan Santri

SUARAJOMBANG.NET - Upaya memberantas peredaran narkotika dan obat obatan terlarang terus dilakukan. Seperti saat dilakukannya sosialisasi peredaran gelap narkoba dengan tema "Wawasan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Pelajaran dan Santri".

Kegiatan yang diikuti ribuan santri ini, digelar di Ponpes Gadingmangu Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, Sabtu (20/1/2018). Dengan pembicara adalah Irjen Pol Ali Johardi, Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam paparannya Irjen Pol Ali Johardi, menyampaikan, permasalahan Narkoba di Indonesia seperti jaringan teroris yang tersembunyi. Ia melanjutkan, pengaruh Narkoba antara lain bisa mengakibatkan rusaknya otak dan tidak ada jaminan sembuh. Dan di Indonesia sebanyak 5 juta orang terkena Narkoba. Sehingga apabila dihitung kerugian jiwa dan material setiap hari mencapai 40- 50 orang per hari dan kerugian materi sebesar Rp.63 trilyun.

"Siapapun bisa terjerat Narkoba, mulai pejabat TNI, Polri, BNN, Jaksa, Hakim hingga masyarakat umum. Karena wilayah penyebaran seluruh wilayah pelosok Indonesia dengan sasaran generasi muda,” ujarnya. 
( Indonesia adalah keranjang sampah narkoba, Irjen Pol Ali Johardi saat memberikan sosialisasi )
Diungkapkan Irjen Pol Ali, dari temuan BNN, ada 68 jenis Narkoba baru (NPS) dan jumlahnya akan terus berkembang. Hanya 60 jenis yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan, yang lainnya belum dapat ditindak, karena Undang Undangnya belum menjangkau.

Indonesia, Kata Ali merupakan keranjang sampah Narkoba dan Cina merupakan pemasok terbesar di Indonesia. Khusus negara Cina menjadi perhatian khusus, karena narkotika dari Cina ke Indonesia mencapai 250 ton. Indonesia merupakan sasaran pasar Narkoba.

Sementara, Drs Purwanto Asisten I Pemkab Jombang yang hadir mewakili Bupati Jombang, mengaku prihatin karena dalam penindakan kasus narkoba kabupaten Jombang menempati rangking 5 se Jawa Timur. Oleh karena itu Ia menyambut baik kegiatan sosialisasi semacam ini.

"Dengan adanya sosialisasi pencegahan peredaran narkoba di Ponpes Gadingmangu ini, kedepannya para santri tidak terpengaruh Narkoba," kata Purwanto.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri Kepala BNP Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso, serta sejumlah ketua BNK di Jatim. Ketua DPD, LDII se-Jawa Timur, tokoh agama, Pengurus FKUB Kabupaten Jombang.

Sedangkan Komjen Pol Budi Waseso Ketua BNN yang dijadwalkan mengisi sosialisasi batal hadir karena pada saat bersamaan dirinya melakukan kegiatan bersama Presiden.

Usai digelarnya sosialisasi, pada kesempatan ini Ketua BNN Jatim Brigjen Bambang Budi Santoso mengukuhkan Relawan Anti Narkoba yang anggotanya terdiri Santri Ponpes Gadingmangu. (*)


Editor : Jodhie