Prihatin Kasus Narkoba Di Jombang Tinggi, Ini Saran Pak Sub - suarajombang.net

Terbaru

Rabu, 03 Januari 2018

Prihatin Kasus Narkoba Di Jombang Tinggi, Ini Saran Pak Sub

SUARAJOMBANG.NET - Tingginya kasus narkoba di Kabupaten Jombang, memantik rasa prihatin dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, M Subaidi Muchtar. Berdasarkan data yang dirilis polres Jombang pada akhir tahun peringkat kasus tindak pidana narkoba, psikotropika, dan bahan berbahaya itu selama 2017 Jombang menempati urutan lima besar di Jawa Timur. 
( Prihatin Kasus Narkoba Di Jombang, Pak Sub Dorong BNNK Jombang / Photo:Ist )
Ia pun meminta semua elemen masyarakat termasuk pemkab proaktif dalam memberantas kasus narkoba. Terutama segera merealisasikan inisiatifnya dalam membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Jombang.


Menurut Pak Sub (Pangglilan akrab M Subaidi ), permasalah narkoba di Jombang terjadi dari segala aspek. Mulai diri sisi kejahatan hingga sisi mentalitas masyarakat yang menyebabkan seseorang terlibat kasus narkoba.


“Untuk itu saya menyarankan kepada semua pihak menangani masalah narkoba di Jombang ini secara menyeluruh, dari persoalan yang ada di hulu maupun permasalahan yang ada di hilirnya,” ujarnya, (31/12).


Dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap tersebut, dirinya juga mengapresiasi kinerja kepolisian dalam memberantas kasus narkoba. “Saya juga mengapresiasi kinerja jajaran polres Jombang, dalam mengungkap kasus narkoba,” tambahnya.


Namun demi mewujudkan Jombang bebas Narkoba 2018, dirinya mendesak agar semua pihak mulai kepolisian, DPRD, pemkab sesegera mungkin duduk bersama membahas permasalahan tersebut secara tuntas. Kemudian membuat gerakan dan program yang efektif untuk menuntaskan kasus narkoba. ”Terutama yang paling penting, kita dukung pemkab dalam mendirikan BNNK,karena ini adalah tugas kita bersama dalam ikut memberantas narkoba, “ tandasnya.

 

BACA JUGA, BUPATI JOMBANG MINTA PNS NETRAL DI PILKADA http://www.suarajombang.net/2018/01/2018-tahun-politik-bupati-jombang-minta.html   

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis polres Jombang peringkat kasus tindak pidana narkoba, psikotropika, dan bahan berbahaya itu selama 2017 Jombang menempati urutan lima besar di Jawa Timur. Pada tahun lalu Jombang menempati urutan ke-14 dari seluruh kabupaten/kota di jawa timur. Tentu ini sangat mengkhawatirkan.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, menjelaskan tahun ini pengungkapan kasus narkoba di Jombang mengalami peningkatan luar biasa. “Jadi memang benar, diibandingkan 2016, peningkatannya sekitar 140 persen di tahun 2017,” ujarnya kemarin (30/12).


Dia merinci, jumlah perkara kasus narkoba pada 2016 terdapat 117 sedangkan 2017 menjadi 327. Jumlah tersangka di 2016 sebanyak 146, namun di 2017 bertambah banyak mencapai 367 orang. Untuk pemakai ini sangat sedikit dibanding sepanjang 2017 mencapai 56 orang. Kondisi sama juga pada jumlah pengedar, mengalami peningkatan dari 116 di 2016, menjadi 311 di 2017. (Jd/Tim)