Maju Pilkada, Bupati Nyono Suharli Ajukan Cuti - suarajombang.net

Terbaru

Selasa, 23 Januari 2018

Maju Pilkada, Bupati Nyono Suharli Ajukan Cuti

SUARAJOMBANG.NET - Nyono Suharli Wihandoko mengajukan cuti dari jabatannya sebagai Bupati Jombang. Hal itu setelah dirinya memastikan diri maju kembali dalam Pilkada juni 2018. Surat pengajuan cuti tersebut sudah ia kirimkan ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur.

“Surat cuti sudah saya ajukan seminggu kemarin. Cuti tersebut mulai 15 Februari 2018 sampai 23 Juni 2018, yakni selama masa kampanye atau sekitar 129 hari,” ujar Nyono yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini, Selasa (23/1/2018).  

  
Nyono menjelaskan, selama cuti tersebut dirinya tidak akan menggunakan fasilitas negara. Semisal penggunaan mobil dinas dan sebagainya. Bahkan dirinya juga memastikan tidak akan tinggal di pendapa Pemkab Jombang.

“Sesuai aturan, selama saya cuti, maka Gubernur Jawa Timur akan menunjuk Plt (pelaksana tugas). Siapa Plt-nya? Itu wewenang Pak Gubernur,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Jombang.

Komisioner Divisi Teknis KPU Jombang M. Dja’far menjelaskan, ketentuan cuti diatur Pasal 70 ayat (3) Undang-Undang Nomor l0/2016 tentang pilkada. Turunan pasal itu dituangkan pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Menurut Dja’far, pengajuan cuti tersebut berlaku bagi petahana, baik gubernur/wagub, bupati/wabup maupun walikota/wakil walikota yang maju kembali dalam pilkada. “Surat izin cuti tersebut diajukan kepada instansi yang mengangkatnya,” kata Dja’far.

Selain aturan cuti, lanjutnya, ada juga syarat pengunduran diri yang tidak bisa ditarik kembali. Hal itu berlaku bagi PNS/ASN, anggota TNI/Polri, karyawan BUMN/BUMD, anggota DPR/DPRD, anggota KPU/KIP serta lurah. “Surat pengunduran diri juga diajukan kepada instansi yang mengangkatnya,” kata pria berambut perak ini.

Pilkada Jombang digelar 27 Juni 2018. Sudah ada tiga paslon yang mendaftar ke KPU. Diantaranya, Mundjidah Wahab-Sumrambah, yang diusung PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), serta Partai Gerindra (2 kursi). Pasangan ini juga didukung Partai Perindo.

Kemudian, Nyono Suharli-Subaidi, yang didukung 27 kursi di parlemen. Masing-masing Partai Golkar (7 kursi), PKS (5 kursi), PKB (8 kursi), PAN (3 kursi), serta Partai NasDem (4 kursi).

Terakhir, M Syafiin-Choirul Anam (Syahrul). Pasangan ini diusung PDI Perjuangan (9 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi). Selain itu juga didukung partai non parlemen, yakni PKPI dan PBB. [*] 


Editor : Ansori