Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 Digelar Di Jombang, Ini Kata Bupati Nyono Suharli Wihandoko - suarajombang.net

Terbaru

Senin, 30 Oktober 2017

Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 Digelar Di Jombang, Ini Kata Bupati Nyono Suharli Wihandoko



SUARAJOMBANG.NET- Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku bangga atas terselenggarakannya Gelaran Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang dilaksanakan sejak tanggal 28 – 30 Oktober 2017 di Unipdu Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Kecamatan Peterongan.

“Ini sangat membanggakan bagi kami dan masyarakat Jombang, karena Jombang dijadikan tuan rumah agenda bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan Jombang yang dikenal sebagai kota santri dengan ratusan pesantren, namun juga terdapat warga non muslim, akan tetapi masyarakat Jombang bisa hidup berdampingan secara damai,”Kata Bupati Nyono, Sabtu(28/10) malam saat memberikan sambutan pada acara Welcoming Dinner.

Menurut Bupati Nyono, kenyataan inilah yang akan bisa menjadi contoh negara-negara lain dalam memelihara kerukunan umat beragama. Ia menambahkan Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman, kekuatan toleransi antar umat beragama terbangun dengan baik di Jombang.

“Jombang juga menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat internasional sebagai pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”ungkapnya.  

Dengan adanya agenda bertaraf internasional ini, Lanjut Bupati Nyono merupakan peluang yang baik bagi Kabupaten Jombang untuk mempromosikan seluruh potensi yang ada, baik itu potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama.


ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 dibuka secara resmi oleh Wamenlu RI, Abdurahman Muhammad Fachri, di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/10/2017).

Sedangkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) hadir pada hari kedua yakni Minggu (29/10). Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan pengarahan kepada peserta AYIC 2017. Utamanya tentang bagaimana membangun harmoni serta iklim toleransi. Selain itu Kehadiran Pak JK sebagai Wapres sekaligus sebagai pelaku lapangan yang sudah berhasil mendamaikan berbagai konflik di Indonesia dan dunia.
 

Asean Youth Interfaith Camp ini mengambil tema “Tolerance in Diversity for a World Harmony (Toleransi dalam Keanekaragaman untuk ASEAN dan Keharmonisan Dunia)”.

Tujuannya adalah untuk mengenalkan konsep Islam nusantara di ASEAN serta negara-negara mitra ASEAN, dengan harapan konsep Islam sebagai "Rahmatan lil 'alamin” bisa diterapkan di berbagai negara sesuai dengan kondisi riil masyarakat di negara masing-masing, juga untuk mengetahui konsep anak muda dari berbagai negara terkait kedamaian dan toleransi. (Jod)