Terkait Tudingan Dinsos Jombang Lakukan Pemotongan Dana Bansos, Ini Penjelasannya - suarajombang.net

Terbaru

Kamis, 14 September 2017

Terkait Tudingan Dinsos Jombang Lakukan Pemotongan Dana Bansos, Ini Penjelasannya



“Sujoko, Sekretaris Dinsos, Kami Telah Salurkan Bansos sesuai Dengan Data Base Penerima”

SUARAJOMBANG.NET- Terkait mencuatnya tudingan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Jombang melakukan pemotongan bantuan sosial berupa sembako bagi penyandang disabilitas di Jombang, Sekretaris Dinas Sosial Jombang Sujoko langsung membatahnya. Menurutnya Pihaknya telah menyerahkan bantuan sosial tersebut sesuai dengan data penerima yang ada di data base.

Seperti yang terjadi di Desa Pulolor Kecamatan Jombang seorang penyandang cacat hanya menerima satu paket bantuan sosial, sedangkan penyandang cacat di Desa Grogol Kecamatan Diwek yang hanya mendapat sebagian dari jatah yang seharusnya ia terima. 

 
( Penyaluran bansos Bagi penyandang Disabilitas Di Jombang sesuai data base,  Sujoko, Sekretaris Dinsos Jombang saat memberikan konfirmasi )
Nah ,Terkait seorang warga Dusun Kalimalang Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang yang hanya mendapat satu paket sembako, Sujoko menjelaskan sebenarnya memang ia tidak masuk dalam data base penerima bansos Tahun 2017 tersebut.

Namun atas kebijakan dari pemerintah desa setempat maka dia diberi satu paket bantuan yang berisi 5 Kg beras, Gula Satu Kilogram, dan 1 liter Minyak Goreng.

“Jadi itu adalah kebijakan pemerintah desa sendiri untuk memberikan bantuan sosial itu, diluar Bansos dari pemerintah. Jadi tak benar kalau kita melakukan pemangkasan,”jelas Sujoko.

Sedangkan untuk seorang penyandang disasbilitas atas nama Nur Asyifa warga di Desa Grogol Kecamatan Diwek yang hanya menerima sebagian dari bantuan sosial yang seharusnya ia terima, Sujoko menjelaskan karena yang bersangkutan dipandang oleh pemerintah desa setempat sudah meningkat status sosial ekonominya atau sudah mampu, rumahnya cukup besar maka atas kesepakatan yang bersangkutan sebagian dari bansos tersebut diserahkan kepada penyandang cacat lain yang tak masuk data base.

“Namun sebelumnya pemerintah desa setempat telah berkoordinasi dengan yang bersangkutan. Dan penerima pun telah mengetahui hal ini dan menerima,” tandasnya.

Oleh karena itu agar hal seperti ini tak terjadi lagi, Sujoko menandaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi data base penerima bantuan sosial penyandang cacat ini untuk tahun tahun berikutnya.

“Kedepan agar tertib, maka akan kita data lagi dan kita evaluasi, yang belum masuk data base akan kita masukkan pada data base tahun depan,”Jelasnya.(Joe/Sg)