Bupati Senang Petani Tembakau Di Jombang Raup Keuntungan - suarajombang.net

Terbaru

Rabu, 27 September 2017

Bupati Senang Petani Tembakau Di Jombang Raup Keuntungan

SUARAJOMBANG.NET- Dukungan Pemkab Jombang melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan benar-benar dapat dirasakan oleh para petani, khususnya petani tembakau.

Pada tahun 2017 ini, harga tembakau di Kota Santri mengalami peningkatan yang cukup drastis. Secara kualitas, tembakau memang bagus. Sehingga berpengaruh terhadap harga yang berpihak ke petani. Hal ini tidak terlepas dari bantuan berupa pupuk dan alsintan yang diberikan Pemkab Jombang.

Hal ini diketahui saat Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko menghadiri kegiatan 'Penen Tembakau Tahun 2017 Bersama Bupati Jombang' di Dusun Patran, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, Rabu (27/9).

“Di tahun 2016 memang mengalami kerugian, tapi untuk tahun 2017 ini kurang lebih luasanya 5.130 hektar, perhektarnya itu bisa sampai 9 hingga 11 ton tembakau,” ujar Bupati Nyono.

Bupati Nyono memaparkan, hasil panen tembakau para petani ini juga sudah dikirim ke sejumlah perusahaan rokok ternama di Indonesia. Hal itu karena kualitas tembakau petani Jombang tahun ini memang bagus. Seperti Sampoerna, Djarum dan beberapa perusahaan rokok yang lain.

“Ada yang dikirim ke Sampoerna, Djarum, dan sejumlah perusahaan rokok ternama yang ada di Indonesia,” terangnya.

  
BACA JUGA, JOMBANG SANGAT PEDULI TERHADAP LANSIA http://www.suarajombang.net/2017/09/ada-poli-khusus-lansia-bupati-berharap.html
 

Bupati Nyono menambahkan, selain keuntungan finansial akan dirasakan oleh petani itu sendiri, hasil panen ini juga dapat membantu pemerintah, baik pemerintah pusat ataupun daerah Jombang.

“Cukainya saja bisa membantu pemerintah khususnya tembakau ini sebesar Rp 2,6 triliun. Memang langsung ditangani pemerintah pusat, tapi otomatis kita juga dapat bagi hasil,” imbuhnya.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jombang Hadi Purwanto. Dalam kesempatannya memberikan laporan, Hadi memaparkan perkembangan tembakau mulai dari tahun 2016 sampai 2017.

“Ada peningkatan signifikan antara tahun 2016 dan tahun 2017. Tahun 2017 ini sedang mengalami kenaikan, mulai luas tanam, produksi, maupun harga tembakau. Pada tahun 2016 luas tanam tembakau sekitar 3.656 hektar. Sementara untuk 2017 ini berkembang mencapai 5.130 hektar,” papar Hadi.

Tidak hanya peningkatan pada luas lahan. Peningkatan juga terjadi pada harga tembakau. Hadi melanjutkan, untuk harga daun tembakau basah di tahun 2016 lalu berkisar Rp 1.500 sampai pada Rp. 2.500 perkilogram. 

 
( Tahun ini harga tembakau membaik, Tampak Bupati Nyono bersama sama melakukan panen tembakau )
Namun di tahun 2017 harga daun tembakau basah antara Rp 3.000 hingga Rp 6.000. “Untuk tembakau kering, di tahun 2016 hanya mampu pada harga Rp 16 ribu sampai Rp 18 ribu. Sementara tahun ini, tembakau kering paling murah dihargai Rp 22 ribu. Dan paling tinggi mencapai Rp 77 ribu,” terangnya.

“Keberhasilan ini merupakan upaya petani yang didorong oleh pemerintahan Kabupaten Jombang,” kata dia. Pada acara tersebut juga dilakukan pemberian bantuan alsintan dan sejumlah paket sembako kepada warga setempat. (Jodi)