Bupati Jombang Silaturrohmi dengan Paguyuban Warga Jombang - suarajombang.net

Terbaru

Senin, 24 Juli 2017

Bupati Jombang Silaturrohmi dengan Paguyuban Warga Jombang

SUARAJOMBANG.NET- Ratusan warga yang tergabung dalam paguyuban se Kabupaten Jombang kemarin mendatangi pendopo Pemkab Jombang. Kedatangan mereka kali ini bukan untuk demonstrasi seperti hal biasanya. Mereka melakukan audiensi dengan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Acara yang dikemas dengan silaturrohmi dan halal bihalal dan berlangsung di Pendopo Kabupaten tersebut tampak gayeng.

Warga yang tergabung dalam paguyuban ini berasal dari berbagai profesi. Mulai dari pedagang kaki lima (PK5), pedagang di pasar maupun Alon-alon dan ruang terbuka hijau (RTH), juru parkir dan profesi lainnya.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku senang karena bisa bertatap muka secara langsung dengan warganya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada koordinator paguyuban karena bisa memfasilitasi anggota paguyuban untuk bertemu dengan dirinya.

“Atas nama pribadi dan mewakili Pemkab Jombang saya sangat senang dengan semua saudara dipendopo ini,” ujar Bupati Nyono saat mengawali sambutannya, Senin (24/7).

Bupati Nyono melanjutkan, melalui forum itu pihaknya bisa memberi penjelasan kepada semua warga yang profesinya berada di tempat-tempat umum. Ia menandaskan, adakalanya Pemkab Jombang memang melarang tidak ada aktivitas yang biasa dilakukan sep erti biasanya seperti para PKL.

“Pelarangan itu tidak berlaku selamanya. Terutama bagi saudara-saudara yang berdagang di Alon-alon maupun RTH. Saat dilarang berdagang berarti ada program pemerintah yang harus dijalankan, seperti penilaian Adipura,” terang Bupati Nyono. 


BACA JUGA , WOW BUPATI JOMBANG NGETRIL SAMBANGI WARGA TERPENCIL http://www.suarajombang.net/2017/07/bupati-dan-forpimda-jombang-ngetrail.html

Namun, sambung dia, atas kesadaran dari anggota paguyuban ini program Pemkab Jombang dapat berjalan tanpa ada kendala yang rumit. Bupati Nyono menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Sehingga, kata dia, semua aturan yang diberlakukan dapat dipatuhi oleh anggota paguyuban.

“Tanpa adanya kesadaran dari anggota paguyuban saya yakin Kabupaten Jombang tidak mungkin mendapatkan penghargaan Adipura yang diraih selama ini. Tahun ini kami minta dukungannya agar Pemkab Jombang mendapat penghargaan Adipura dengan kategori yang tertinggi,” pungkasnya.

Mewakili paguyuban, Joko Fattah Rachim akan berupaya mematuhi peraturan yang diberlakukan Pemkab Jombang. Fattah menandaskan, semua sanksi akan diterima secara legowo sepanjang sanksi tersebut dijalankan sesuai prosedur. Namun, imbuhnya, jika sanksi yang diberikan tersebut tidak sesuai dengan prosedur pihaknya akan melakukan protes ke Pemkab Jombang.

“Hal ini kami sampaikan kepada Pak Bupati karena ada pengalaman yang dirasa merugikan anggota paguyuban yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima. Waktu itu ada penertiban. Anggota paguyuban mengaku barang dagangannya diangkut petugas. Yang menjadi keberatan kami pada waktu itu petugas juga merampas KTP milik pedagang. Namun setelah melakukan koordinasi dengan petugas masalah tersebut telah selesai,” terang Fattah.

Ke depan, tambah Fattah pihaknya akan mensolidkan anggotanya. Tujuannya, lanjut dia, agar anggota paguyuban bisa memahami program-program yang sedang dijalankan oleh Pemkab Jombang.(Jodi)