Warga Watugaluh Peringati Usia Desa ke 1080, Begini Kemeriahannya - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 09 April 2017

Warga Watugaluh Peringati Usia Desa ke 1080, Begini Kemeriahannya


DIWEK, SUARAJOMBANG.net- Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang merupakan desa tertua di Kabupaten Jombang. Bahkan, sebelum adanya Kabupaten Jombang, desa ini sudah ada. Tercatat, desa ini merupakan petilasan Raja Empu Sindok pada tahun 900 M. Pada tahun tersebut, Empu Sindok memindahkan kerajaan Mataram Kuno, yang semula dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, tepatnya di Desa Watugaluh. 
( Arif Afandi, Kades Watugaluh saat memberangkatkan kirab dan lomba patrol memperingati Hari jadi 1080 Desa Watugaluh )
Kemarin, Minggu (9/4) warga Watugaluh memperingati usia desa yang sudah berusia 1080. Berbagai kesenian ditampilkan warga setempat. Demikian juga dengan hasil bumi yang dikirab mengelilingi desa.

Sedekah Desa Watugaluh kali ini berbeda. Panitia juga menggelar parade musik patrol untuk memperebutkan piala Bupati Jombang. Ribuan warga pun memadati sepanjang jalan menuju balai desa. Mereka tampak menikmati kirab budaya yang ditampilkan warga setempat.

Kepala Desa Watugaluh, Arif Affandi menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur penduduk Desa Watugaluh atas kesejahteraan hidup selama menjadi warga desa. Ia melanjutkan, hal itu patut disyukuri atas segala nikmat selama ini. “Saya berharap dengan usia Desa Watugaluh yang mencapai 1080 ini semoga kesejahteraan rakyat Watugaluh semakin bertambah,” harap Arif.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Asisten I Pemkab jombang Purwanto, Ketua Karangtaruna Jombang Rochmad Abidin dan juga sejumlah SKPD Pemkab Jombang. 

( Purwanto, Asisten I Pemkab saat membuka kegiatan tersebut )
Asisten I Pemkab Jombang, Purwanto hadir mewakili Bupati Jombang. Saat menyampaikan sambutan ia menyimpulkan, dalam sedekah desa ini ada 3 hal yang patut diperhatikan. Yakni; tontonan, tuntunan, dan manfaat bagi semua warga. Purwanto menjelaskan, tontonan berarti semua warga dihibur dengan berbagai hiburan selama acara sedekah desa berlangsung.

“Makna kedua sedekah desa adalah tuntunan. Ini berarti adanya gerakan shodakoh yang dipelopori Pak Kades agar masyarakat mengeluarkan tumpeng untuk dinikmati bersama. dapat diartikan ini merupakan nilai solidaritas antar warga Desa Watugaluh,” ujarnya.

Nilai ketiga, lanjut Purwanto, dengan digelarnya sedekah desa dapat memberikan manfaat untuk semua warga. Dampak perputaran ekonomi naik secara siginifikan. Ia menyebutkan, selama acara berlangsung, dikalkulasi perputaran uang mencapai ratusan rupiah. “Semua pedagang menjadi laku. Sehingga hasil dari berjualan selanjutnya untuk kebutuhan keluarga. Begitu juga seterusnya. Intinya, dengan adanya sedekah Desa Watugaluh ini dapat memberikan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia menandaskan, hal penting dari sedekah desa tersebut adalah untuk membangun kebersamaan. “Tidak kalah pentingnya adalah kebersamaan warga. Sehingga, dengan kebersamaan ini, Desa Watugaluh senantiasa dalam keadaan rukun, aman dan kondusif. Hal ini sesuai cita-cita bupati Jombang sejahtera untuk semua,” terang Purwanto.(*)

 
( Lomba Patrol Piala Bupati Ramaikan Hari Jadi Desa Watugaluh ke 1080 )