Petisi Tolak Istilah Kemerdekaan RI Sambut Kunjungan Menko Kemaritiman Di Ponpes Shidiqiyah Ploso - suarajombang.net

Terbaru

Selasa, 21 Maret 2017

Petisi Tolak Istilah Kemerdekaan RI Sambut Kunjungan Menko Kemaritiman Di Ponpes Shidiqiyah Ploso

SUARAJOMBANG.net- Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan di Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Siddiqiyah Ploso, Selasa (21/3/2017) disambut langsung Kiai Muhammad Muchtar Mu'thi Al Mursyid dan keluarga besar pondok. 
( Menteri Luhut saat menerima kliping tentang berita petisi di media cetak yang di bingkai dari Pengasuh Ponpes Shidiqiyah Ploso Kiai Muhammad Muchtar )
Silaturahmi yang berlangsung sekitar sejam tersebut juga diwarnai dengan penyerahan Petisi berisi permohonan perubahan istilah "Kemerdekaan Republik Indonesia" menjadi "Kemerdekaan Bangsa Indonesia" dari pihak pondok kepada Menteri Luhut Pandjaitan. "Petisi ini titipan dari kami kepada beliau (Luhut) untuk diserahkan kepada Bapak Presiden,"Ungkap Nyai Shofatul Ummah, salah satu pengasuh pondok.

Usai bersilaturahmi dengan Kiai Muchtar dan keluarga besar pondok, pihak pondok lantas memberikan kesempatan Menteri Luhut ditemani Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, Bupati Jombang Nyono Suharli untuk berkeliling sembari menyaksikan sejumlah monumen yang berada diarea pondok pesantren.

"Sebenarnya satu tahun yang lalu saya sudah ada janji kepada Kiai Muchtar untuk mengunjungi beliau, namun pada hari ini baru bisa diagendakan. Kami juga meminta doa kepada beliau agar negeri kita aman dan damai," ujar Menteri Luhut kepada awak media yang juga ikut berkeliling.


Sedangkan terkait Petisi berisi permohonan perubahan istilah "Kemerdekaan Republik Indonesia" menjadi "Kemerdekaan Bangsa Indonesia" yang diajukan pihak pondok kepada Pemerintah RI, Menteri Luhut mengatakan, pihaknya telah membahas mengenai petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dari Ponpes tersebut beberapa bulan lalu.

"Itu sangat masuk akal, menarik untuk dikaji dan dicermati lebih dalam lagi mengenai perubahan istilah tersebut,” bebernya.

Menteri Luhut sendiri mengakui bahwa peran Kiai Muchtar patut untuk dikagumi. Itu karena tokoh ulama yang sudah berusia 90 tahunan tersebut masih konsisten memberikan nilai-nilai yang mendalam mengenai istilah Kemerdekaan Republik Indonesia atau Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Bahkan, dikatakan Luhut, Kiai Muchtar Mu'thi juga sangat paham mengenai filosofi nilai-nilai kebangsaan dengan baik.

"Beliau Kiai Muchtar bisa memberikan pengayoman bahwa Indonesia harus tetap utuh sehingga generasi dapat membangun bangsa ini dengan baik,"tandasnya. (*)