'Raden Kian Santang' Hadiri Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Anak Di Jombang - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 05 Maret 2017

'Raden Kian Santang' Hadiri Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Anak Di Jombang

TEMBELANG, SUARAJOMBANG.net- Ribuan pelajar, santri dan Anak anak yatim menghadiri acara Deklarasi Stop kekerasan terhadap anak yang dilakukan di Kabupaten Jombang, Minggu (5/3/17). 
( Prabu Siliwangi, Raden Kian Santang, Artis Risty tagor serta perwakilan anak anak saat membacakan Deklarasi Stop Kekerasan Terhadap Anak )

Acara yang digelar tepat di kediaman Advokat Ahmad Rifai di Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Hj.Mundjidah Wahab Wakil Bupati Jombang, Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko Ketua TP PKK Jombang, Kapolres Jombang AKBP.Agung Marlianto.

Sedangkan dari jajaran artis ibu kota tampak artis cantik Risty Tagor, pemeran utama pada sinetron kolosal Raden Kian Santang yakni Ananda George Pemeran Prabu Siliwangi, Alwi Assegaf Pemeran Raden Kian Santang serta Grup Band Wali.

Deklarasi Stop Kekerasan Pada anak ini dibacakan langsung oleh Artis Risti Tagor dan perwakilan anak-anak, yang diikuti seluruh anak anak yang hadir. Point deklarasi diantaranya menyatakan penolakan terhadap "Ketidakadilan, kekejaman, penganiayaan dan kekerasan terhadap anak-anak Indonesia, serta mendukung hukuman bagi oknum perusak generasi Indonesia."

Terkait kekerasan terhadap anak, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa dianggap sepele. Kekerasan, entah itu terkait fisik maupun psikis, memiliki dampak yang sama fatalnya bagi kesehatan jasmani dan mental anak.

Menurut Khofifah dampak kekerasan pada anak mungkin tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, seiring berjalannya waktu, dampak dari kekerasan pada anak ini akan terlihat sangat jelas.

Khofifah menerangkan, beberapa hasil riset menyebutkan bahwa anak-anak yang mengalami trauma kekerasan apapun bentuknya, akan tumbuh dengan berbagai masalah perilaku, mulai kecemasan, depresi, agresi, hingga pemberontakan.

"Tidak jarang yang sebelumnya menjadi korban bertransformasi menjadi pelaku. Trauma masa lalu yang menjadi penyebabnya," imbuhnya. (*)