Libur Nasional, Ini Yang Dilakukan Bupati Jombang - suarajombang.net

Terbaru

Selasa, 14 Februari 2017

Libur Nasional, Ini Yang Dilakukan Bupati Jombang


SUARAJOMBANG.net- Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyempatkan untuk menyapa warga Meski hari libur. Hal ini tampak seperti ketika Bupati Nyono Suharli yang didampingi Istrinya Hj.Tjaturina Yuliastuti sedang bersantai di salah satu lesehan yang berada di sisi barat Alon Alon Jombang, Rabu(15/2/17) pagi. 
( Liburan, Bupati Jombang dan Istri Lesehan Menikmati kuliner dan suasana pagi di Alon Alon Jombang )
Seperti diketahui bertepatan dengan agenda pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) di sejumlah daerah, maka Presiden RI memutuskan pada Rabu (15/2/17) dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Dengan berjalan kaki dari Rumah Dinasnya di Pendopo Kabupaten, Bupati yang didampingi istri dan beberapa staffnya berjalan kaki menuju sisi barat Alon Alon Kabupaten Jombang tempat dimana kuliner berada.

Sambil menikmati kuliner berupa Nasi pecel dan Mie Ayam seperti pengunjung yang lain, Bupati Nyono dan Istri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Jombang ini melakukan diskusi kecil untuk memikirkan kemajuan Kabupaten Jombang utamanya dalam perencanaan tata kota yang berkelanjutan. Sesekali juga bupati terlibat dialog dengan para pedagang dan juga pengunjung yang berada ditempat itu.

Dalam memimpin Kabupaten Jombang selama tiga tahun lebih, Bupati Nyono yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Timur ini makin intens menggenjot program-program pro rakyat yang selama ini telah dicanangkan.

Atas kerja Kerasnya dan prestasinya selama menjabat sebagai orang nomor satu di kabupaten Jombang ini terbukti mampu mendulang 31 Penghargaan baik tingkat Propinsi maupun Nasional.

Wawan, salah seorang pengunjung mengatakan, dirinya mengapresiasi kunjungan bupati pada saat itu. Karena, kata dia, memang diperlukan dan harus seorang pemimpin berbaur dengan masyarakat.

“Sebisa mungkin harus dilakukan seorang pemimpin utamanya Kepala Daerah. Dengan demikian, hal tersebut dapat dijadikan wadah untuk mendengar keluhan, dan aspirasi yang langsung dari masyarakat,” ungkapnya. (*)