Rapatkan Barisan,Forum Kebangsaan Bahas Pembubaran FPI - suarajombang.net

Terbaru

Minggu, 22 Januari 2017

Rapatkan Barisan,Forum Kebangsaan Bahas Pembubaran FPI


SURABAYA, SUARAJOMBANG.net- Sejumlah elemen kebangsaan yang bergabung dalam Forum Kebangsaan Jatim merapatkan barisan di Surabaya di RM Padang Sari Nusantara, Minggu (22/1/2017) siang.

( Forum kebangsaan Jawa Timur /Photo,Google )
Mereka terdiri dari PW GP Ansor Jatim, Mapancas Jatim, Komunitas Anti Hoax, PKC PMII Jatim, DPD GAMKI Jatim, GPPRI, Korda GMNI Jatim, DPD GMKI Jatim, dan PW Lesbumi.

Ketua PW GP Ansor Jatim yang juga Ketua Presidium Forum Kebangsaan Jatim Rudi Tri Wahid mengatakan, pihaknya telah mencermati perkembangan sosial politik belakangan ini yang menunjukkan gejala memprihatinkan.

"Ini bahkan bisa mengarah kepada perpecahan yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini ditandai munculnya perilaku caki maki, tindakan mengarah pada kekerasan (radikalisme) dan penghinaan terhadap simbol-simbol NKRI," tegasnya.

Forum Kebangsaan Jatim mengajak masyarakat untuk memperkokoh rasa persatuan, memperkuat komitmen kebangsaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Selain itu, juga memperkuat sinergi berbagai pihak menghadapi ancaman perpecahan bangsa.

"Kami juga mendukung aparat penegak hukum bertindak tegas kepada siapapun yang melakukan kekerasan, ujaran kebencian, fitnah, hoax, menghina simbol negara dan kegiatan mengancam keutuhan bangsa. Kami berdiri di depan untuk melakukan perlawanan," tukasnya.

Pihaknya juga akan terlibat secara aktif dalam memelihara situasi dan kondisi Jatim yang sudah aman, nyaman, rukun, guyub dan saling menghargai. "Kami akan menggelar apel kebangsaan rencananya di Lapangan Makodam V/Brawijaya dan dihadiri sekitar 10 ribu orang. Selain itu, juga mengadakan jalan sehat kebangsaan dan doa kebangsaan," tuturnya.

Apakah aksi Forum Kebangsaan Jatim ini menandingi pertemuan para ulama, kiai dan habaib di Ponpes Mojokerto kemarin? "Kami tidak berpikiran untuk menandingi. Ini hanya bentuk keprihatinan kami atas upaya adu domba dan menghina simbol negara. Karakter bangsa tidak begitu, itu harus dilawan. Demi damai, toleransi dan gotong royong," jelasnya.

Pihaknya juga mengkaji dan membahas tuntutan untuk pembubaran FPI. "Jika FPI menciptakan disharmoni yang menimbulkan konflik horizontal, bisa jadi akan dilakukan tuntutan pembubaran FPI. Yang pasti jangan sampai NKRI yang bubar. Kalau ada organisasi radikal, ya harus kami hadapi itu dan dilawan," pungkasnya. (*)



SUMBER  : www.beritajatim.com
EDITOR   : suarajombang.net