Managemen Ikhlas - suarajombang.net

Terbaru

Rabu, 11 Januari 2017

Managemen Ikhlas


Ikhlas adalah dasar Kehidupan,” itulah cuplikan kata-kata Motivator Teknohati dan Penulis buku “Quantum Ikhlas dan pendiri kata hati institute”, Erbe Sentanu.

Manusia ialah mahluk dengan kesadaran yang besar. Namun mengecilkan kehidupanya sendiri dengan ketidak sadaranya.

Bagi anggota Computing Research Group dan Heartmath Institute di Amerika Serikat. ukuran kesuksesan sejati bukanlah materi, melainkan kemampuan merasakan pikiran bahagia. Sedang dalam buku Berfikir dan berjiwa besar dikatakan bahwa “anda adalah apa yang anda pikirkan. Seorang muslim tentu mengenal hadis Qudsi: “ana ‘inda abdi dhoni” yang berarti Aku {Tuhan} sesuai dengan prasangka hambaKU. Hadis tersebut menunjukan bahwa, begitu besar pengaruh pikiran terhadap kehidupan sehari-hari seseorang. 


BJ Habibie berkata, “Hati nurani dan jiwa adalah Super Intellegent Software“.Manusia makhluk dengan daya kesadaran yang besar, namun mengecilkan kehidupannya sendiri dengan ketidaksadarannya. Demikian juga Ali bin Abi Thalib bertutur “Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal didalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas”.

Intellegent software : Brainwave Management (sadar pikir), Heartwave Management (sadar rasa), Goal Praying Softwere (sadar niat).

Ciri Seseorang yang memiliki Intellegent Software berarti mampu mengatur/ mengendalikan pikiran, hati/ rasa, dan niat.

Sebaliknya seorang yang tidak memiliki intellegent software, tidak dapat mengendalikan pikiran, rasa/ hati, dan niatnya. ciri orang tidak memiliki intellegent software adalah mudah dikendalikan oleh pikira, hati, dan niatnya. Sebagai contoh “mudah marah, stres, galau dll.

“Ikhlas” adalah frekuensi gelombang yang menular. Semakin banyak orang di sekeliling kita yang terampil menjaga hati dan sinkronisasi gelombang otaknya, semakin mudah kita masuk di irama hati yang berserah,” terang pendiri Katahati Institute itu.

“Kalau kita bisa hidup mudah dengan membesarkan ikhlas, mengapa kita pilih hidup sulit dengan membesarkan nafsu?”

*Penulis ; Hendri S (Fakultas Dakwah/ Mahasiswa Univeristas Hasyim Ashari)