Ini Alasan Bupati Pejabat di TPA Banjardowo - suarajombang.net

Terbaru

Kamis, 05 Januari 2017

Ini Alasan Bupati Pejabat di TPA Banjardowo






SUARAJOMBANG.net - Ada yang berbeda pada pelantikan pejabat struktural di lingkup Pemkab Jombang Selasa, (3/1/17)Siang. Bukan di gedung atau di Pendopo Pemkab, namun Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko memilih tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun Kedangkeret, Desa Banjardowo, Jombang.

Tak hanya itu, usai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat, semua undangan diberi hidangan nasi bungkus dan satu gelas air mineral. Hidangan yang dibagikan tak ada perbedaaan, mulai dari bupati dan pejabat Forkopimda mendapat bagian yang sama.

“Saya memilih TPA ini ada alasan tertentu. Agar para pejabat yang dilantik melihat dengan kenyataan. Begitu mereka kita lantik mereka bisa intropeksi apa yang harus dilakukan nanti,”tutur Bupati Nyono dihadapan awak media usai pelantikan.

Secara umum, Bupati Nyono menyebut TPA yang berada di Dusun Gedangkeret Desa Banjardwo ini merupakan ikon bahkan penopang saat Kabupaten Jombang meraih penghargaan Adipura Kirana.

“Nah, saya menginginkan para pejabat memiliki satu pemikiran untuk mempertahankan penghargaan itu. Atau kalau bisa ditingkatkan menjadi Adipura Paripurna,” katanya.

Salah satu dukungan untuk meraih Adipura itu, kata Bupati Nyono, adalah TPA Banjardowo. Ia menyebutkan, TPA Banjardowo yang dimiliki Pemkab Jombang merupakan salah satu TPA terbaik di Jawa Timur.

Tujuan kedua, lanjut Bupati Nyono, para pejabat dapat melihat lingkungan di sekitar TPA. Misalnya, katanya, saat menuju ke tempat tersebut mereka dapat melihat ada beberapa rumah yang kondisinya kurang layak huni.

“Usai dilantik paling tidak pejabat Pemkab Jombang mengetahui kondisi warga yang kurang mampu. Ada 49 ribu lebih rumah di Kabupaten Jombang yang tak layak huni. Ke depan, melalui program pemerintah akan kita minimalisir jumlah tersebut,” katanya.

Selain itu, Bupati Nyono juga memberi alasan terkait hidangan sederhana yang disuguhkan para pejabat usai proses pelantikan. Hal itu menurutnya merupakan simbol kesederhanaan.

“Jadi, menjadi pejabat itu harus memiliki jiwa kesederhanaan. Hidangan berupa nasi bungkus dan satu gelas air mineral ini adalah gambaran bahwa ada sebagian warga Jombang yang masih kekurangan,” katanya. Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut, diikuti sebanyak 669 pejabat struktural. “Pelantikan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat tentang regulasi baru yakni perombakan sistem organisasi di pemerintah daerah,”Pungkas Bupati.