Dirazia, 4 Tenaga Kerja Asing Ilegal Di Jombang Diamankan - suarajombang.net

Terbaru

Kamis, 19 Januari 2017

Dirazia, 4 Tenaga Kerja Asing Ilegal Di Jombang Diamankan

SUARAJOMBANG.net- Kantor Imigrasi Kediri bersama jajaran Pemkab Jombang menggelar razia Tenaga Kerja Asing, hasilnya 4 Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dan bekerja di Jombang berhasil diamankan, Kamis (19/1/2017)

Tenaga kerja asal luar negeri yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Jombang tersebut langsung diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas III Kediri.

Warga negara asing yang diamankan sebanyak 4 orang, berasal dari Korea, China dan India. "Ada empat orang yang kami amankan. Masing-masing satu dari negara Korea, dua dari China dan satu India," ungkap Muhammad Tito Andrianto Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kediri.

Keempat WNA tersebut, masing-masing Kim Byung Sam, warga Korea, Lin Xuanmao dan Zhuang Heping, keduanya warga China, serta Krishnasami, warga India.

Mereka terjaring razia WNA yang diadakan Kantor Imigrasi Kediri bersama jajaran Pemkab Jombang.

Tito Andrianto menyatakan 4 orang WNA yang diamakan tersebut diduga tidak memiliki kelengkapan identitas yang dipersyaratkan untuk tinggal dan bekerja di wilayah Indonesia. "Mereka ini kami duga melanggar undang-undang keimigrasian," bebernya.

Untuk sementara ini, tambahnya, keempat tenaga kerja asing tersebut akan dibawa ke kantor Imigrasi di Kediri Jawa Timur.

"Selanjutnya akan kami proses di kantor imigrasi," kata Tito Andrianto, usai sidak ke sejumlah perusahaan di Kabupaten Jombang.

Sementara Purwanto, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Jombang menambahkan, pada tahun ini terdapat 70 warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Jombang.

Dari 70 WNA tersebut, lanjutnya 4 diantaranya beberapa waktu lalu sudah mengakhiri masa tinggal di Jombang dan sudah kembali ke negaranya.

"Dari 70 WNA tersebut, ada empat yang sudah kembali. Tinggal 66 WNA dan hari ini, kami dari Pemkab Jombang bersama Tim dari imigrasi melakukan sidak dan menemukan ada 4 tenaga kerja asing yang bermasalah,"jelasnya. (*)