Bangun Ruang Rawat Inap RSUD Ploso, Pemkab Anggarkan 30 Miliar - suarajombang.net

Terbaru

Jumat, 27 Januari 2017

Bangun Ruang Rawat Inap RSUD Ploso, Pemkab Anggarkan 30 Miliar

PLOSO, SUARAJOMBANG.net- Setelah beberapa waktu lalu Komisi D DPRD Jombang melakukan pantauan ke RSUD Ploso, kini giliran orang nomor satu di Kabupaten Jombang melihat kondisi rumah sakit yang belum memiliki ruang rawat inap tersebut. 

( Bupati Nyono didampingi para dokter RSUD Ploso saat meninjau ruangan yang ada di RSUD tersebut)
Tiba di RSUD Ploso, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko langsung melihat pasien yang dirawat di sejumlah ruang. Di ruang pertama, Bupati Nyono tak masuk. Ia beserta rombongan hanya melihat di depan pintu masuk. Terlihat di ruang tersebut banyak pasien rawat inap. Namun ruangan yang digunakan cukup sempit. Sehingga terlihat berjubel. Berjubelnya ruangan tersebut ditambah para penunggu dari keluarga pasien.

Bupati Nyono lantas melanjutkan pantauannya di ruangan lainnya yang berada di lantai dua. Saat di ruangan tersebut, Bupati sempat menyapa pasien bayi yang menjalani rawat inap. Meski terlihat layak sebagai ruang rawat inap, namun sebenarnya ruangan tersebut berfungsi sebagai perkantoran.

“Ruang rawat inap sebenarnya di sebelah selatan rumah sakit ini. Berhubung RSUD Ploso tak memiliki gudang untuk obat, akhirnya ruang rawat inap dimanfaatkan untuk penyimpanan obat,” kata dr Eko, salah satu dokter di RSUD Ploso.  Ia menambahkan, terpaksa pasien yang harus menjalani rawat inap ditempatkan di ruang-ruang yang layak untuk ditempati.

“Ruang ini sebenarnya untuk pegawai administrasi. Karena kita belum memiliki ruang rawat inap, terpaksa kita manfaatkan,” kata dia saat berada di lantai dua.
 
( Saat meninjau RSUD Ploso, Bupati Nyono menyempatkan mendengarkan keluhan dari pasien )
Menanggapi hal itu, Bupati Nyono Suharli menjelaskan, tahun 2017 ini Pemkab Jombang sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gedung ruang rawat inap. Jumlahnya, kata dia, mencapai Rp 30 miliar. Bupati Nyono menandaskan, lahan untuk pembangunan gedung tersebuut sudah siap.

“2017 ini akan siap dibangun ruang rawat inap. Pemkab sudah menganggarkan untuk kegiatan proyek . Jumlah 30 miliar rupiah itu termasuk dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Nilainya sekitar Rp 4,3 miliar” pungkas Pria yang juga menjadi Ketua Golkar Jawa Timur ini. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar